PENILAIAN PEMBELAJARAN
TEMATIK
Makalah ini diajukan untuk memenuhi
tugas mata kuliah
“Pembelajaran tematik”

Dosen Pengampu:
Kurnia Hidayati, M. Pd
Disusun Oleh:
Niswatun hasanah( 210609061)
SEKOLAH TINGGI
AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
2012
PENILAIAN
PEMBELAJARAN TEMATIK
A.
Prinsip
dan prosedur penilaian
Penilaian
merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan
data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sisitematis dan berkesinambungan,
sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan eputusan. (Trianto,
2007)
Prinsip-prinsip
penilaian
Embelajaran
tematik merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang memiliki beberapa
prinsip. Prinsip-prinsip dasar pembelajaran terpadu, yaitu:
·
The
hidden curriculum. Anak tidak hanya terpaku pada
pernyataan, atau pokok bahasan tertentu, sangat mungkin pembelajaran yang
dikembangkan memuat pesan yang tersembunyi penuh makna bagi anak.
·
Subject
in the curriculum. Perlu dipertimbangkan mana yang
perlu didahulukan dalam pemilihan pokok atau topik belajar, waktu belajar,
serta penilaian kemajuan.
·
The
learning environment. Lingkungan belajar di
kelas memberikan kebebasan bagi anak untuk berfikir dan berkreatifitas.
·
Views
of social world.Masyarakat sekitar membuka dan
memberikan wawasan untuk pengembangan pembelajaran di sekolah.
·
Values
and attitude.Anak-anak memperoleh sikap dan norma
dari lingkungan masyarakat termasuk rumah, sekolah dan panutannya, baik verbal
maupun nonverbal (Saud, 2006).
Prosedur Penilaian
Ada
beberapa langkah yang dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan proses
penilain hasil belajar, yaitu:
1. Merumuskan
atau mempertegas tujuan-tujuan pengajaran.
2. Mengkaji
kembali materi pengajaran berdasarkan kurikulum dan silabus mata pelajaran.
3. Menyusun
alat-alat penilaian, baik tes maupun non tes, yang cocok digunakan dalam
menilai jenis-jenis tingkah laku yang tergambar dalam tujuan pembelajaran.
4. Menggunakan
hsil-hasil penilaian sesuai dengan tujuan penialain tersebut, yakni untuk
kepentingan pendiskripsian kemampuan siswa-siswi, kepentingan perbaikan
pengajaran
Kepentingan bimbingan
belajar, maupun kepentingan laporan pertanggung jawaban pendidikan ( Sudjana,
2008).
B.
Jenis
Penilaian
Model penilaian yang dikembangka
mencakup prosedur yang digunakan, jenis, dan bentuk penilaian, serta alat
evaluasi yang digunakan. Objek dalam penilaian
terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian proses dan hasil
belajar itu saling berkaitan satu dengan
yang lainnya, hasil belajar merupakan akibat dari suatu proses belajar (Saud,
2006).
Beberapa
kompetensi dan kemajuan belajar siswa-siswi tidak mampu diungkap hanya dengan
menggunakan tes. Untuk mendapatkan hasil penilaian yang otentik ( sesuai dengan
kenyataan yang ada) telah banyak dikembangkan perangkat penilaian non tes.
Beberapa perangkat penilaian tes dan non tes yang banyak digunakan diantaranya adalah
Tes
:
-
Pilihan Ganda
-
Jawab Singkat
-
Jawab Terbuka
-
Essay
-
Laporan/Makalah
Non-Tes
-
Pengamatan
-
Wawancara
-
Portofolio
-
Kinerja
-
Proyek
-
Skala
C. Instrumen Penilaian
Tes Tertulis
Tes
tertulis merupakan bentuk instrumen penilaian yang biasa dilakukan disetiap
kegiatan penilaian. Penilaian tes tertulis perlu dipelajari karena
masing-masing bentuk penilaian tes tertulis mempunyai bentuk yang berbeda.
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis merupakan
tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik tidak dalam
bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam
bentuk menulis jawaban, tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain. Seperti
memberi tanda, mewarnai, menggambar, dan sebagainya (Muslich,2007).
Tes
tertulis ada dua bentuk soal, yaitu (a) soal dengan pilihan jawaban (pilihan ganda,
dua pilihan/benar-salah, ya/tidak, menjodohkan) dan ( b) soal dengan
mensuplai-jawaban (isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, soal
uraian).
Penilaian
tes tertulis dalam pembelajaran tematik dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu:
(a) penilaian tes tertulis untuk tiap-tiap mata pelajaran dengan menyebutkan
nama mata pelajaran, dan (b) penilaian tes tertulis dengan tanpa menyebutkan
nama mata pelajaran, tetapi guru mengetahui tujuan yang ingin dicapai
berdasarkan indikator yang telah ditetapkan untuk masing-masing mat apelajaran.
D. Instrumen Penilaian
Non-Tes
Untuk
mengumpulkan informasi tentang kemajuan
belajar peserta didik dapat dilakukan beragam teknik ,baik berhubungan dengan
proses belajar maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut
pada prinsipnya adalahkompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian satu
kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil
belajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Ø Penilaian Unjuk Kerja
Penilaian
unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan
peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk
menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas
tertentu seperti : praktek dilaboratorium, praktek sholat, praktek olahraga,
bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan
lain-lain.
Penilaian
unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut :
·
Langkah-langkah kinerja
yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu
kompetensi.
·
Kelengkapan dan
ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
·
Kemampuan-kemampuan
khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
·
Upayakan kemampuan yang
akan dinilai terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
·
Kemampuan yang akan
dinilai diurutkan berdasarkan urutan pengamatan.
Ø Daftar Cek (check-list)
penilaian
unjuk kerja dapatdilakukan dengan menggunakan daftar cek ( ya/tidak ).
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai
bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai. Jika
tidak dapat diamati, peserta didik tidak memperoleh nilai.kelemahan cara ini
adalah penilaian hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah,
dapat diamati-tidak dapat diamati. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah,
namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.
Ø Skala Penilaian (
ranting scale )
Penilaian
unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai
tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara
kontinum di mana pilihan kategori nilai dari lebih dua. Skala penilaian
terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = kurang, 2 =
kurang, 3 = cukup, 4 = baik, 5 = baik sekali.
Ø Penilaian Sikap
Sikap
bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan
seseorang dalam merespon eseatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari
nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat
dibentuk, sehingga terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. Sikap
terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif.
Penilaian
sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknik-teknik tersebut
antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi.
Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut:
Ø Observasi perilaku
Perilaku
seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam suatu hal.
Guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Hasil
observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Observasi
perilaku disekolah di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku cacatan
khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di
sekolah.
Ø Pertanyaan langsung
Pertanyaan
secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal.
Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat
dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. Dalam penilaian sikap
peserta didik di sekolah, guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai
sikap dan membina peserta didik.
Ø Laporan
pribadi
Melalui penggunaan tekni ini di sekolah peserta didik
diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapanya tentang suatu
masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap.
Ø Penilaian Proyek
penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap
suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Penilaian
proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan,
kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata
pelajaran tertentu yang lebih jelas. Pelaksanaan penilaian proyek dapat
menggunakan alat/instrument penilaian berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Ø Penilaian
Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses
pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian
kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti:
makanan, pakaian, hasil karya seni(patung, lukisan, gambar), barang-barang
terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.
Ø Penilaian
Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan
yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan
peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa
karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta
didik. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara
individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode
hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik.
Ø Penilaian
Diri (self assessment)
Penilaian diri adalah suatu teknik penlaian di mana
peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status,
proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian
diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan
psikomotor.
Penilaian diri oleh peserta diri oleh peserta didik di
kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Menentukan
kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
2.
Menentukan
kriteria penilaian yang akan digunakan.
3.
Merumuskan
format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala
penilaian.
4.
Meminta peserta
didik untuk melakukan penilaian diri.
DAFTAR
PUSTAKA
Lapis Pembelajaran Tematik, 2009
diatas menyebutkan "Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon eseatu/objek."
BalasHapusyang saya tanyakan disini, bagaimanakah caranya mengatasi penilaian yang berdasarkan perasaan tidak suka pada siswa tersebut. karena pada kenyataannya biasanya seorang pengajar yang terlanjur tidak suka pada salah satu siswanya, nilai siswa tersebut meskipun baik tetep saja tidak baik hasilnya..