Jumat, 01 Juni 2012

PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK



PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK
Makalah ini diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Pembelajaran tematik









Dosen Pengampu:
Kurnia Hidayati, M. Pd

Disusun Oleh:
Niswatun hasanah( 210609061)


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PONOROGO
2012


PENILAIAN PEMBELAJARAN TEMATIK

A.    Prinsip dan prosedur penilaian
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik  yang dilakukan secara sisitematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan eputusan. (Trianto, 2007)
Prinsip-prinsip penilaian
Embelajaran tematik merupakan salah satu model pembelajaran terpadu yang memiliki beberapa prinsip. Prinsip-prinsip dasar pembelajaran terpadu, yaitu:
·         The hidden curriculum. Anak tidak hanya terpaku pada pernyataan, atau pokok bahasan tertentu, sangat mungkin pembelajaran yang dikembangkan memuat pesan yang tersembunyi penuh makna bagi anak.
·         Subject in the curriculum. Perlu dipertimbangkan mana yang perlu didahulukan dalam pemilihan pokok atau topik belajar, waktu belajar, serta penilaian kemajuan.
·         The learning environment. Lingkungan belajar di kelas memberikan kebebasan bagi anak untuk berfikir dan berkreatifitas.
·         Views of social world.Masyarakat sekitar membuka dan memberikan wawasan untuk pengembangan pembelajaran di sekolah.
·         Values and attitude.Anak-anak memperoleh sikap dan norma dari lingkungan masyarakat termasuk rumah, sekolah dan panutannya, baik verbal maupun nonverbal (Saud, 2006).
Prosedur Penilaian
Ada beberapa langkah yang dapat dijadikan pegangan dalam melaksanakan proses penilain hasil belajar, yaitu:
1.   Merumuskan atau mempertegas tujuan-tujuan pengajaran.
2.      Mengkaji kembali materi pengajaran berdasarkan kurikulum dan silabus mata pelajaran.
3.      Menyusun alat-alat penilaian, baik tes maupun non tes, yang cocok digunakan dalam menilai jenis-jenis tingkah laku yang tergambar dalam tujuan pembelajaran.
4.      Menggunakan hsil-hasil penilaian sesuai dengan tujuan penialain tersebut, yakni untuk kepentingan pendiskripsian kemampuan siswa-siswi, kepentingan perbaikan pengajaran
Kepentingan bimbingan belajar, maupun kepentingan laporan pertanggung jawaban pendidikan ( Sudjana, 2008).
B.     Jenis Penilaian
Model penilaian yang dikembangka mencakup prosedur yang digunakan, jenis, dan bentuk penilaian, serta alat evaluasi yang digunakan. Objek dalam penilaian terhadap proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian proses dan hasil belajar  itu saling berkaitan satu dengan yang lainnya, hasil belajar merupakan akibat dari suatu proses belajar (Saud, 2006).
Beberapa kompetensi dan kemajuan belajar siswa-siswi tidak mampu diungkap hanya dengan menggunakan tes. Untuk mendapatkan hasil penilaian yang otentik ( sesuai dengan kenyataan yang ada) telah banyak dikembangkan perangkat penilaian non tes. Beberapa perangkat penilaian tes dan non tes yang banyak digunakan  diantaranya adalah
Tes : 
-        Pilihan Ganda
-        Jawab Singkat
-        Jawab Terbuka
-        Essay
-        Laporan/Makalah
Non-Tes
-        Pengamatan
-        Wawancara
-        Portofolio
-        Kinerja
-        Proyek
-        Skala
C. Instrumen Penilaian Tes Tertulis
Tes tertulis merupakan bentuk instrumen penilaian yang biasa dilakukan disetiap kegiatan penilaian. Penilaian tes tertulis perlu dipelajari karena masing-masing bentuk penilaian tes tertulis mempunyai bentuk yang berbeda. Penilaian secara tertulis dilakukan dengan tes tertulis. Tes tertulis merupakan tes di mana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik tidak dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal peserta didik tidak selalu merespon dalam bentuk menulis jawaban, tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain. Seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar, dan sebagainya (Muslich,2007).
Tes tertulis ada dua bentuk soal, yaitu (a) soal dengan pilihan jawaban (pilihan ganda, dua pilihan/benar-salah, ya/tidak, menjodohkan) dan ( b) soal dengan mensuplai-jawaban (isian atau melengkapi, jawaban singkat atau pendek, soal uraian).
Penilaian tes tertulis dalam pembelajaran tematik dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu: (a) penilaian tes tertulis untuk tiap-tiap mata pelajaran dengan menyebutkan nama mata pelajaran, dan (b) penilaian tes tertulis dengan tanpa menyebutkan nama mata pelajaran, tetapi guru mengetahui tujuan yang ingin dicapai berdasarkan indikator yang telah ditetapkan untuk masing-masing mat apelajaran.
D. Instrumen Penilaian Non-Tes
Untuk mengumpulkan informasi  tentang kemajuan belajar peserta didik dapat dilakukan beragam teknik ,baik berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalahkompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian satu kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil belajar, baik berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor.
Ø  Penilaian Unjuk Kerja
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti : praktek dilaboratorium, praktek sholat, praktek olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca puisi/deklamasi, dan lain-lain.
Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut :
·         Langkah-langkah kinerja yang diharapkan dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi.
·         Kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut.
·         Kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.
·         Upayakan kemampuan yang akan dinilai terlalu banyak, sehingga semua dapat diamati.
·         Kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan pengamatan.
Ø  Daftar Cek (check-list)
penilaian unjuk kerja dapatdilakukan dengan menggunakan daftar cek ( ya/tidak ). Penilaian unjuk kerja yang menggunakan daftar cek, peserta didik mendapat nilai bila kriteria penguasaan kompetensi tertentu dapat diamati oleh penilai. Jika tidak dapat diamati, peserta didik tidak memperoleh nilai.kelemahan cara ini adalah penilaian hanya mempunyai dua pilihan mutlak, misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat diamati. Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek lebih praktis digunakan mengamati subjek dalam jumlah besar.
Ø  Skala Penilaian ( ranting scale )
Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu, karena pemberian nilai secara kontinum di mana pilihan kategori nilai dari lebih dua. Skala penilaian terentang dari tidak sempurna sampai sangat sempurna. Misalnya: 1 = kurang, 2 = kurang, 3 = cukup, 4 = baik, 5 = baik sekali.
Ø  Penilaian Sikap
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon eseatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif.
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan beberapa cara atau teknik. Teknik-teknik tersebut antara lain: observasi perilaku, pertanyaan langsung, dan laporan pribadi. Teknik-teknik tersebut secara ringkas dapat diuraikan sebagai berikut:
Ø  Observasi perilaku
Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan seseorang dalam suatu hal. Guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik yang dibinanya. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan. Observasi perilaku disekolah di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku cacatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.
Ø  Pertanyaan langsung
Pertanyaan secara langsung tentang sikap seseorang berkaitan dengan sesuatu hal. Berdasarkan jawaban dan reaksi lain yang tampil dalam memberi jawaban dapat dipahami sikap peserta didik itu terhadap objek sikap. Dalam penilaian sikap peserta didik di sekolah, guru juga dapat menggunakan teknik ini dalam menilai sikap dan membina peserta didik.
Ø  Laporan pribadi
Melalui penggunaan tekni ini di sekolah peserta didik diminta membuat ulasan yang berisi pandangan atau tanggapanya tentang suatu masalah, keadaan, atau hal yang menjadi objek sikap.
Ø  Penilaian Proyek
penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan menginformasikan peserta didik pada mata pelajaran tertentu yang lebih jelas. Pelaksanaan penilaian proyek dapat menggunakan alat/instrument penilaian berupa daftar cek ataupun  skala penilaian.
Ø  Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan peserta didik membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya seni(patung, lukisan, gambar), barang-barang terbuat dari kayu, keramik, plastik, dan logam.

Ø  Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa karya peserta didik dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik oleh peserta didik. Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya siswa secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh guru dan peserta didik.
Ø  Penilaian Diri (self assessment)
Penilaian diri adalah suatu teknik penlaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor.
Penilaian diri oleh peserta diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1.      Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.
2.      Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.
3.      Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau skala penilaian.
4.      Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.





DAFTAR PUSTAKA
 Lapis Pembelajaran Tematik, 2009

1 komentar:

  1. diatas menyebutkan "Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon eseatu/objek."
    yang saya tanyakan disini, bagaimanakah caranya mengatasi penilaian yang berdasarkan perasaan tidak suka pada siswa tersebut. karena pada kenyataannya biasanya seorang pengajar yang terlanjur tidak suka pada salah satu siswanya, nilai siswa tersebut meskipun baik tetep saja tidak baik hasilnya..

    BalasHapus